Sunday, August 17, 2008

INI AKU, bukan kamu, bukan dia, bukan mereka

Ini aku, Nelva Amelia, lahir 15 tahun yang lalu di bumi serambi mekkah (Nanggroe Aceh Darussalam) anak ke dua dari pasangan Abdul Hamid dan Ellidar tepatnya pada tanggal 17 Januari 1993. Aku mempunyai dua orang saudara perempuan. Kakak ku bernama Erni Yunita (20) dan adik ku bernama Yaumil Farah (14). Kami adalah keluarga yang  sederhana. :)

Aku tinggal di Jalan Unida desa Lamteumen Timur, Banda Aceh di sebuah rumah yang sederhana. Rumah ke dua ku, setelah rumah pertama lenyap, rata dengan tanah terkena dahsyatnya gelombang tsunami 3 tahun silam. Rumahku akan menjadi tempat yang sangat nyaman bagiku apabila tidak ada kericuhan di dalamnya, tapi apabila ada kericuhan, ingin sekali aku pergi, tapi entah kemana. –“

Aku anak perempuan yang sederhana, biasa biasa aja, nggak ada hal spesial pada diriku, menurutku. Bahkan sampai usiaku 17 tahun sekarang ini, aku masih belum tau apa kelebihan ku, apa bakat ku. Aku penuh dengan kekurangan, malah. Aku tidak cantik, aku tidak pintar, aku tidak kaya, pelupa, pemalas, dan banyak sifat tidak baik lainnya yang ada pada diriku.

Aku nggak pernah TK, pas umur 5 tahun aku langsung masuk SD karena bosan di rumah terus nggak ada kawan, waktu itu aku pengen kali ikut kakak ku ke sekolahnya, tapi mana bisa, aku kan bukan murid disitu. Jadi orangtuaku langsung masukin aku ke SD aja. Nama SD ku adalah SD Neg. 93, di dekat simpang 3 Banda Aceh, setelah lulus SD dengan peringkat yang lumayan, aku coba tes di SMP Neg. 19 Percontohan, lamlagang Banda Aceh. Alhamdulillah lulus. Sejak kelas 5 SD aku memang pengen masuk SMP itu karena pas masih SD, tiap upacara pasti pembina upacaranya bilang kalau itu SMP yang bagus, kakak2 letting pas di SD aku aja susah lulusnya, jadi aku pengen coba juga, bisa nggak aku masuk sekolah itu, Alhamdulillah bisa.

Setelah 3 tahun berjaya dengan seragam putih biru, mestinya setelah itu lanjut dengan seragam putih abu-abu, kaan?!. Tapi sayangnya aku nggak pernah ngrasain gimana rasanya pake seragam putih abu-abu. Kenapa? Karena aku lanjut ke sekolah swasta yang punya seragam sendiri, warna ijo, bukan putih abu-abu selayaknya anak SMA lain. Aku lanjut ke SMA Laboratorium UNSYIAH di Darussalam, Banda Aceh. Bisa lulus di sekolah ini jugan dengan tes.

Senang rasanya bisa sekolah di sekolah2 ku itu, aku bisa punya banyak teman2 yang baik. Sampai sekarang mereka masih setia menjadi temanku, senangnyaaaa…


Mudah-mudahan juga seterusnya :)

2 komentar:

ea36 said...

merendah untuk meninggi

Nelva Amelia said...

:)
tidak juga, memang begitu adanya.

Post a Comment