Thursday, May 24, 2012

I'm in love with The Script!!

Akhir-akhir ini jadi suka dengarin lagu-lagunya The Script setelah beberapa minggu lalu otak-atik komputer dan nemu lagunya yang The Man Who Can't be Moved. Karena suka dengan suaranya  Danny O'Donoghue yang keren abisss, nggak kalah keren sama orangnya, aku nyari tau tentang mereka dan download lagu-lagu hits mereka lainnya kayak Nothing, Breakeven, If You Ever Come Back, For The First Time, dll. Dari semua lagu mereka yang udah aku download, I love all of them. MV-nya pun bagus dan aku  nggak bosan-bosan nontonnya. Apalagi kalau lihat si O'Donoghue  basah-basahan di MV Nothing atau pas dia joget-joget di MV If You Ever Come Back, kerennyaaa!! Ok, I'll find someone like you deh! :D


Sunday, May 20, 2012

There's nothing to be depressed about.


It's so hard to feels this way, leaving by the guy you loved with no good reason at all. But actually there's nothing to be depressed about, I'm still have many activities to do, lessons to learn, and beloved friends to share the love and laugh together to forget my sadness. Has he? I doubt it. I really feel sorry about him.

I'm starting to forget this pain, billion thanks for you girls :*
Friday, May 18, 2012

It's so hard to trough this way.

Untuk saat ini aku masih nggak bisa lupain dia. Rasanya semua yang aku lakuin jadi serba salah dan selalu ngingatin aku sama dia. Apalagi kalau udah malam mau tidur n pas sendiri. Aku pengen kali hubungin dia, tapi bahkan dia nggak pernah lagi hubungin aku duluan. Apa segampang itu dia lupain aku? Sekarang itu di dia kelihatannya kayak nggak terjadi apa-apa, kayak kami nggak pernah kenal sebelumnya, semacam nggak menyesal dan innocence gitu. Kok bisa yaa? Seandainya aku juga bisa kayak gitu. Wajar aja sih akunya lebih susah untuk move on, soalnya aku udah terlalu banyak memberi, ketimbang dia.

Aku tu berharap kalau dia bisa berubah dan datang atau hubungi aku dan bilang "sayang, please come back" kayak yang dulu pernah dia lakuin, katanya "I'm such a mess without you". Sekarang malah aku yang ngerasa kayak gitu. Entah kenapa rasanya ditinggalin lebih nggak enak dari pada pas disakitin. Barangkali karena udah sering disakitin.

Di saat-saat sekarang ini aku benci malam, apalagi kalau nggak ada aktivitas yang bisa dilakuin. Aku sengaja beli bukunya bg alitt biar bisa dibaca pas lagi galau, tapi tetap aja galau. huhuhuu

I'm going crazy...
Thursday, May 17, 2012

Thank you, goodbye :)

Dari awal emang udah nggak jelas, Nggak ada komitmen apa-apa. Makanya 2 pertanyaan yang nggak bisa aku jawab kalau ada yang nanya tentang relationship kami adalah “Kapan jadiannya?” dan “Gimana cara nembaknya?”. Itu berlalu begitu aja, dan kita menganggap kalau kita udah pacaran. Tapi sekarang aku udah merasa kalau cuma aku yang nganggap gitu. Such an idiot kan yaa!

dan pada akhirnya sesuatu yang nggak jelas itu harus diakhiri dengan nggak jelas juga.

Heran deh, kenapa kita nggak menjalani relationship yang biasa-biasa aja, seperti layaknya orang lain yang juga pacaran lakuin. Tapi di dia itu nggak bisa, terlalu banyak teori yang mesti dipraktekin. Dan aku udah mulai muak sama tuntutan secara nggak langsung darinya. Harusnya kayak gini lah, jangan kayak gitu lah. Walaupun kadang itu memang benar dan baik buat aku, tapi kenapa sih nggak sedikit aja coba terima aku apa adanya seperti yang aku lakuin ke dia.

Sayangnya aku udah terlalu jauh “dekat” sama dia, nggak pernah sedekat ini di relationship2 sebelumnya. Nggak mau nyalahin dia n mikirin tentang ini lagi sih, karena kalau makin dipikirin bisa gila kayaknya :s

Dan hal yang udah aku ketahui pada akhirnya dan yang sangat nggak aku suka itu adalah kalau dia itu hypocrite. Sikapnya itu lain kalau di depan aku, lain lagi kalau di depan teman-temanku, dan lebih lain lagi kalau di depan teman-temannya. Di depan aku iya memang seakan-akan cuma aku yang benar-benar dia cinta, nggak jauh beda kalau di depan teman aku. Tapi kalau di depan teman-temannya aku tu kayak cuma mainannya dia aja.

“Pacar baru ya?”
“bukan donk... itu TTM saja, kan kita playboy gitu, wkwkwkwkw”

OMG, wtf!

Nggak salah juga kenapa ini bisa terjadi, karena emang dari awal kan dia nggak menginginkan aku. Bodohnya aku, jahatnya dia!

Ditambah lagi akhir-akhir ini dia suka skali nggak ngasih kabar. Aku bisa ngerti kalau kadang dia nggak ada pulsa, tapi kalau pun ada, dia juga nggak peduli. Rasanya sangat nggak enak dicuekin kayak gitu. Apalagi di media sosial dia udah lebih milih komenin statusnya cewek lain daripada balas wall dari aku yang sesungguhnya nunggu2 balasannya dengan bodohnya --“

Memang nggak ada yang perlu dipertahanin lagi dengan hubungan yang kayak gini. Aku udah capek dan nggak mau lagi. Kalaupun dilanjutin rasanya udah nggak enak dan nggak asiik lagi. Entah kenapa sekarang yang muncul malah pikiran2 negatif tentang dia terus, yang berbanding lurus dengan betapa sayangnya aku ke dia, dan tau nggak kalau ini tu rasaya sakit sekali :(

Tapi makasih lah, udah sempat singgah di hati aku untuk 6 bulan terakhir ini, aku belajar banyak dari dia, dan cinta dan sayangnya aku ke dia itu beneran nggak main-main. Iya aku sadar kalau aku memang banyak kekurangan, dan pasti ada jahatnya juga. Pernah aku kecewa sama dia, tapi nggak jarang aku ngecewain dia, yaa karena inilah hidup, yang harus dijalani dan dipelajari. Tapi aku juga harus cukup dewasa dan tau mana yang baik dan yang buruk buat aku.

Terimakasih udah mau mengisi hari-hari ku dengan cerita itu. Terima kasih udah memberi warna di hidupku. Terima kasih udah meluangkan waktu untukku. Kalaupun kita nggak bisa sama-sama lagi, aku tetap merasa bahagia karena dia pernah ada di hatiku. aku bersyukur pernah mengenal orang yang memberi banyak pelajaran hidup untukku. Aku, dia, dan siapapun nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi 5 tahun, bahkan 10 tahun kemudian diantara kita, aku nggak mau berharap kalau nantinya kita harus bisa menjadi satu, aku hanya berharap aku nggak menangis kalau pada akhirnya memang kita nggak bisa sama-sama. Terima kasih, banyak.
Tuesday, May 15, 2012

It’s like a bubble gum, only sweet at first!

Dear blog,
I miss you like I miss my boy...


It's about 3 days I didn't call my bf, and he didn't either. I don't text him first anymore because I don't wanna feel like I'm annoying him. I feel that he was mostly change since he texted me: we need to talk. I really don't know and want to know why he sent me that kinda message, so I asked to my friend and she said a creepy reason that she known. Don't wanna think about that reason, I just wanna meet him, we need to make it clear.



Sekarang kita semakin jauh, semacam nggak pernah kenal sebelumnya. Entah disana dia ingat aku atau engga, entah kapan dia hubungi aku, entah kapan kita bisa ketemu lagi, entah hubungan ini akan gimana akhirnya. Aku pengennya semua cepat selesai, semua bisa baik-baik lagi, cuma pengen bahagia, nggak mau terus berlarut-larut dalam keadaan yang nggak jelas ini.

Walaupun maunya aku kayak gitu, tapi aku coba ngertiin dia yang mungkin saat ini pengen sendiri, cuma bisa berharap kalau dia baik-baik aja dan semua bisa cepat baik lagi (entah bisa baik lagi).

Dengan keadaan sekarang ini aku mulai belajar gimana rasanya kalau memang nanti kita nggak bisa sama-sama lagi :'(
Aku mulai nggak ingat dia, apalagi kalau lagi punya banyak aktivitas. Tapi kalau udah malam, sepi, sendiri kayak gini pasti langsung keingat lagi --"

Teringat masa-masa awal jadian dulu yang aku anggap biasa-biasa aja, tapi kalau diingat2 lagi sekarang rasanya sooo sweet. Aku kangen masa-masa itu, bahkan hal-hal kecil sekalipun. Mention di twitter, komen-komenan dan wall-to-wall di fb, smsan sebelum tidur, nelfon pakai nomer asing, dan hal-hal lain yang udah sangat jarang dia lakuin.





it was so long long time ago ~


Semua ini tu rasanya persis kayak permen karet, cuma manis di awal. Entah akan ada keajaiban yang bisa bikin itu permen manis lagi, atau emang harus dibuang karna udah nggak manis dan berguna lagi. Entahlah!

I miss you sooooooooo much, dear.
Goodnight 
Saturday, May 5, 2012

You make me confused, it hurts.



If you are going to love me, love me deeply. If you want to break my heart, then break it all. If you are going to care, care for me completely. If you decide not to hold me, then just let me fall. If you are going to stay, then stay forever. If you want to leave, then do it today. If you are going to change, change for the better. And if you are going to talk, then please mean what you say.

I can't help but wonder how normal it is to feel this way. I mean, here I am, in the throes of the most amazing man I have ever known, someone who has so quickly become my world and I can't help but question it all. I have never been more sure of my feelings for anyone and never have been so insecure about someone's feelings for me. I don't know what to do but I'm never giving up on you.